Tanamkan Semangat Persatuan, TIM Jakarta Utara Sukses Gelar Perlombaan Mini Soccer

Berita164 Dilihat
banner 468x60

EDISINEWS.ID | JAKARTA – Sorak-sorai terdengar dari lapangan Soccer Station, Jalan Plumpang Semper, Koja, Jakarta Utara, Jumat malam 22 Agustus 2025. Memantulkan semangat para pemain Mini Soccer yang sejak tiga hari terakhir berjuang memperebutkan gelar juara. Namun, lebih dari sekadar pertandingan, ajang ini menjadi simbol kebersamaan masyarakat Aceh di perantauan.

Perlombaan Mini Soccer perdana yang digelar Taman Iskandar Muda (TIM) Jakarta Utara ini diadakan bertepatan dengan perayaan HUT Kemerdekaan RI ke-80 sekaligus menyambut hari lahir TIM ke-75. “Kami mengadakan Mini Soccer ini untuk masyarakat Aceh yang tergabung dalam TIM Jakarta Utara. Total peserta ada enam tim,” ujar panitia pelaksana, Safrizal yg akrab di sapa petrik.

Selama tiga hari, persaingan berlangsung ketat, hingga akhirnya final digelar malam itu. “Mini Soccer ini akhirnya dimenangkan oleh TIM Keuchik 6 atau dari ranting Penjaringan. Sementara juara dua diperoleh ranting Pasar Kaget Plumpang,” terang Safrizal.

Baca Juga :  Apel Gabungan Satpol PP dan Satlinmas Kota Bekasi: Menjaga Keamanan Menjelang Pesta Demokrasi

Tak sekadar lomba, ajang ini juga menguatkan tali silaturahmi masyarakat Aceh. Tokoh masyarakat Aceh di Jakarta, Saimi Ajalil, berharap kegiatan semacam ini terus berlanjut agar mempererat hubungan sesama perantau. “Dengan saling bertemu bisa saling mengenal lebih dekat satu sama lain,” kata Saimi.

Hal senada disampaikan tokoh Aceh lainnya, M Ridwan Abdullah. Ia menegaskan, TIM akan selalu menjadi wadah untuk menanamkan nilai kebangsaan dan persatuan. “Kita selalu mengedepankan masyarakat Aceh di perantauan harus bersatu, seperti khususnya di Jakarta Utara rutin menggelar acara majelisan (pengajian),” tutup Ridwan.

Jejak Perjuangan TIM

Taman Iskandar Muda sendiri bukan sekadar organisasi, tetapi sebuah sejarah panjang yang lahir pada 24 Agustus 1950 di Jakarta. Didirikan sebagai wadah persatuan masyarakat Aceh, TIM berdiri atas dasar kebersamaan untuk menjaga silaturahmi, melestarikan budaya, sekaligus memperkuat solidaritas sosial di tanah rantau.

Baca Juga :  Kompas dan RRI Dominasi Penghargaan dalam Acara MHT Awards 2024

Muslyadi, tokoh masyarakat Aceh yang akrab disapa Ady, menegaskan peran besar organisasi ini sejak awal berdirinya. “Dari wadah sederhana, TIM berkembang dengan puluhan cabang dan meunasah di Jabodetabek, hingga memiliki Wisma TIM sebagai pusat aktivitas komunitas,” ujarnya.

Ady yang juga pengurus Persatuan Wartawan tertua di Indonesia, PWI Tingkat Kota Jakarta Utara menambahkan, perjalanan panjang TIM adalah bukti konsistensi orang Aceh dalam merawat persatuan di perantauan. Menurutnya, sejarah TIM yang bermula dari gagasan H. Tjek Mat Rahmany dan H. Hadi Thayeb ini menjelma menjadi organisasi besar yang kini mencakup beberapa provinsi di Indonesia.

Puluhan cabang TIM kini aktif di Jabodetabek, lengkap dengan organisasi lokal, sektoral, yayasan, dan unit yang bergerak di bidang pendidikan, kemasyarakatan, hingga pemberdayaan perempuan. Semua itu menunjukkan bagaimana TIM terus menjadi perekat masyarakat Aceh sekaligus penguat nilai persatuan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Baca Juga :  PT Jakarta Monorail Respon Positif Niat Gubernur Pramono Selesaikan Tiang Mangkrak

Di balik sorak kemenangan Mini Soccer malam itu, tersimpan pesan yang lebih besar: TIM bukan hanya sekadar organisasi, melainkan rumah kebersamaan yang menjaga persatuan, merawat kebudayaan, dan meneguhkan semangat kebangsaan dari Aceh untuk Indonesia.

Penulis : Cardi S

banner 336x280

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *