Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Berita

Antisipasi Potensi Kericuhan, Polisi Perketat Akses Pintu Belakang DPR 

584
×

Antisipasi Potensi Kericuhan, Polisi Perketat Akses Pintu Belakang DPR 

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

EDISINEWS.ID | JAKARTA – Dalam aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR, gabungan dari Polri dan TNI menjaga ketat pintu belakang gedung DPR. Hal itu sebagai antisipasi terjadinya kericuhan maupun tekanan para peserta demonstran yang mencoba masuk ke area yang dianggap vital dilokasi tersebut. Kamis (28/8/2025).

Penjagaan tersebut juga dilakukan sebagai antisipasi massa pendemo jika terpecah menjadi dua lokasi, yakni di halaman Gerbang Pancasila dan di dekat pintu masuk motor.

Example 300x600

Tampak pasukan gabungan berjajar di pintu belakang Gedung DPR, diperkuat dengan sejumlah mobil kendaraan taktis Brimob yang diparkir tak jauh dari Gerbang Pancasila sejak pagi pada pukul 09.00 WIB.

Selain melakukan penjagaan, aparat kepolisian juga melakukan patroli di sejumlah titik rawan di sekitar kawasan Senayan.

Baca Juga :  Sekjen Peradi Awalindo Berikan Materi Tentang Code Etik Advokat Saat PKPA Angkatan Pertama 

Para personel pengamanan yang berdatangan juga saling mengomunikasikan kondisi di sekitar kawasan DPR.

Menurut informasi yang di dapat, Aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh massa buruh yang tergabung dalam Koalisi Serikat Pekerja dan Partai Buruh (KSP-PB) pada hari ini diikuti ribuan buruh dari kawasan Jabodetabek, serta digelar serempak di daerah-daerah lain dan dimulai pada pukul 10.00 WIB.

Berikut Tuntutan Unras Buruh 

1. hapus outsourcing dan tolak upah murah (HOSTUM)

2. Kedua, stop Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dan bentuk Satgas PHK.

3. Ketiga, reformasi pajak perburuhan sekaligus kenaikan Penghasilan, termasukhapus pajak pesangon, hapus pajak Tunjangan Hari Raya (THR), hapus pajak Jaminan Hari Tua (JHT), dan hapus diskriminasi pajak perempuan menikah.

Baca Juga :  Bantuan Pemenuhan Kebutuhan Dasar (PKD) Cair Pada Februari 2026 Ini

4. sahkan Rancangan Undang-undang (RUU) Ketenagakerjaan tanpa Omnibus law.

5. sahkan RUU Perampasan Aset dan berantas korupsi.

6. revisi RUU Pemilu untuk redesain sistem Pemilu 2029.

Demikian 6 agenda pokok yang menjadi atensi penting para demonstran untuk pemerintah melalui badan legislatifnya.

Sementara itu Polda Metro Jaya menyiagakan 4.531 personel gabungan untuk mengawal demonstrasi kelompok buruh di depan Gedung DPR pada hari ini.

Polisi juga mengimbau kepada seluruh peserta aksi untuk tetap menjaga ketertiban dan kodusifitas sast melakukan aksi.

Penulis : Feri

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *