Tinjau Rest Area KM 57, Kapolri Pastikan Kelancaran dan Pelayanan Masyarakat saat Arus Mudik

Polri636 Dilihat
banner 468x60

EDISINEWS.ID | KARAWANG  – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meninjau langsung Rest Area KM 57 dalam rangka memastikan kesiapan arus mudik lebaran 2025, Rabu 26 Maret 2025.

Peninjauan itu dilakukan bersama Menteri Koordinator PMK Pratikno, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin, Panglima TNI Jenderal Agus Subianto, dan Gubernur Jawa Barat Kang Dedi Mulyadi.

Dalam kunjungan tersebut, Kapolri mengapresiasi kelengkapan sarana dan prasarana yang dapat digunakan masyarakat di Rest Area KM 57. Mulai dari tempat ibadah, ruang laktasi, stasiun pengisian mobil listrik hingga layanan bengkel.

Ia lantas berharap, Rest Area lainnya dapat menyediakan sarana dan prasarana serupa, sehingga bisa memberikan kemudahan bagi masyarakat saat dalam perjalanan mudik.

Baca Juga :  Sholat Jumat Berjamaah, Kapolsek Kemayoran: Mari Sama-sama Kita Ciptakan Lingkungkan yang Aman dan Kondusif

“Ini tentunya perlu kita apresiasi karena lengkap. Mulai dari tempat untuk berbuka puasa, tempat istirahat, kemudian ada berbagai macam fasilitas lainnya,” kata Kapolri kepada awak media di lokasi.

Kapolri juga menyebut, berdasarkan data yang dimiliki Jasa Marga, terhitung sejak H-10 hingga H-6 lebaran telah terjadi peningkatan jumlah kendaraan yang mudik sebanyak 7 persen.

Peningkatan jumlah kendaraan ini, lanjut dia, sejalan dengan adanya pemberian fasilitas dari pemerintah mulai dari diskon tarif tol hingga kebijakan Work From Anywhere (WFA).

Oleh karena itu, Kapolri mendorong agar masyarakat yang akan mudik untuk dapat memanfaatkan kebijakan yang telah disediakan pemerintah tersebut. Sehingga diharapkan dapat mengurangi puncak arus mudik yang diperkirakan terjadi pada H-3 lebaran atau di tanggal 28 Maret.

Baca Juga :  Polsek Pademangan Gelar Apel Pengamanan Rekapitulasi Suara Pilkada DKI Jakarta

“Tentunya saran kita manfaatkan insentif dari pemerintah ini dengan sebaik-baiknya, khususnya bagi yang punya rencana untuk melaksanakan mudik karena bisa dilaksanakan WFA,” ucapnya.

Kendati demikian, Kapolri memastikan pihaknya memiliki sejumlah skenario dan rekayasa lalu lintas yang akan diterapkan apabila terdapat lonjakan jumlah kendaraan, seperti mulai dari penerapan ganjil-genap, contraflow hingga oneway.

“Hari ini kita mulai akan memperlakukan rekayasa, apakah itu contraflow yang dilaksanakan di kilometer 47 sampai dengan 70. Kemudian, selanjutnya apabila memang dibutuhkan kita juga persiapkan one way,” ungkapnya.

Kapolri menegaskan, pelaksanaan one way baru akan dilakukan jajaran Korps Lalu Lintas apabila jumlah kendaraan yang melintas diatas 8.000 per jam. Apabila masih dibawah angka itu, rekayasa yang dilakukan hanya contraflow semata.

Baca Juga :  Kapolri: Polri Berkomitmen Memberantas Judi Online  Hingga Tuntas

“Tentunya akan diinformasikan kepada masyarakat sebelumnya melalui jalur-jalur media yang kita miliki, media sosial, media mainstream, media TV, sehingga masyarakat terinformasi dari awal terkait dengan potensi-potensi rekayasa yang akan terjadi,” tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Panglima TNI Jenderal Agus Subianto mengaku telah mempersiapkan total 66.714 personel untuk membantu pengamanan mudik yang dilakukan oleh Korps Bhayangkara.

“TNI menyiapkan personil sebanyak 66.714 personil yang akan diperbantukan kepada Polri dan sebagian akan stand by di satuannya untuk menghadapi apabila terjadi bencana alam untuk perbantuan kepada masyarakat,” ujarnya.

Penulis : Hombing

banner 336x280

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *