EDISINEWS.ID | JAKARTA – Operasi Patuh Jaya 2025 yang digelar Polda Metro Jaya pada Senin (14/7/2025) melibatkan 2.938 personel gabungan. Dalam hal ini terdapat sisi yang menarik. Dimana, Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya masih menggunakan buku tilang manual.
Hal tersebut dilakukan karena masih banyak wilayah yang belum dijangkau oleh kamera Eletronic Traffic Law Enforcement (ETLE).
Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Komarudin saat dikonfirmasi media pada Selasa (15/7/25 ) mengatakan, salah satu target operasi adalah melawan arus, yang ruas-ruas jalannya yang tidak ter-cover oleh ETLE baik itu stasioner maupun mobile. Sehingga, jadi penindakan tilang konvensional ataupun tilang manual.
“Salah satu target operasi itu adalah melawan arus di ruas-ruas jalan yang tidak ter-cover oleh ETLE baik itu stasioner maupun mobile, itu harus dilakukan penindakan tilang manual,” ujarnya.
Komarudin menjelaskan alasan lain masih menggunakan tilang manual karena konsep penegakan hukum pada operasi tersebut tidak lagi stasioner, tapi hunting system.
Ia juga menambahkan masyarakat tidak perlu khawatir potensi terjadi “pungli” jika diberlakukan tilang manual, dirinya memastikan hal tersebut tidak terjadi.
“Kita tekankan tentang tidak boleh ada penyimpangan Masyarakat dalam hal ini soal “pungli” dan jika itu terjadi silahkan laporkan ke saya langsung baik saat operasi maupun tidak,” tegasnya.
Operasi Patuh Jaya tahun 2025 ini mengangkat tema Tertib Berlalu Lintas Demi Terwujudnya Indonesia Emas akan berlaku selama 14 hari kedepan yang terhitung sejak Senin 14 sampai 27 juli 2025.
Penulis : Feri