EDISINEWS.ID | PAPUA – Ssbagai upaya memperkokoh integrasi dan pembangunan di wilayah Papua Pengunungan, Anggota DPD RI/MPR RI, Arianto Kogoya, S.E menggelar sosialisasi di Asrama Putri Wamena, Wamena, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua pada Selasa (2/6/2026).
Sosialisasi aktualisasi Empat Pilar MPR RI ini dihadiri dari perkumpulam mahasiswa/i Wamena serta masyarakat setempat.
Selaku narasumber, Arianto Kogoya menjelaskan keselarasan cikal bakal Provinsi Papua Pegunungan dengan Ibu Kota Wamena yang termasuk dalam UU No. 16 Tahun 2022.
“Lahirnya Provinsi Papua Pegunungan dengan ibu kota Wamena berdasarkan UU No. 16 Tahun 2022 menandai babak baru bagi pembangunan masyarakat di wilayah pegunungan. Sebagai bagian integral dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), masa depan pembangunan di Papua Pegunungan sangat bergantung pada bagaimana nilai-nilai kebangsaan dipahami dan diimplementasikan,” ungkapnya.
Menurutnya, Empat Pilar Pancasila, UUD NRI 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika) hadir bukan sekadar sebagai doktrin politik.
“Dalam konteks ini, Empat Pilar MPR RI (Pancasila, UUD NRI 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika) hadir bukan sekadar sebagai doktrin politik dari Jakarta, melainkan sebagai instrumen pemersatu sekaligus jaminan keadilan sosial yang harus membumi di Lembah Baliem dan sekitarnya. Mahasiswa di Wamena, sebagai elemen intelektual lokal, memikul tanggung jawab ganda,” lanjutnya.
Di satu sisi, masih kata Arianto, mereka harus menjadi pelindung nilai-nilai adat dan kearifan lokal. Di sisi lain, mereka dituntut menjadi motor penggerak pembangunan nasional yang sadar hukum dan konstitusi.
“Sebagai agen perubahan (agent of change) di jantung Papua Pegunungan, mahasiswa di Wamena memegang peran taktis untuk membumikan Empat Pilar MPR RI. Mereka bukan sekadar penonton, melainkan jembatan hidup yang menghubungkan nilai-nilai konstitusi nasional dengan realitas sosiokultural masyarakat adat. Mahasiswa di Wamena harus mengambil peran aktif sebagai jembatan peradaban (bridge builder),” tutupnya.
Penulis : Met



















