EDISINEWS.ID | JAKARTA – Kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah dari sumbernya menjadi salah satu kunci keberhasilan penanganan persoalan lingkungan di Ibu Kota.
Berangkat dari semangat tersebut, pengurus RW 05 Kelurahan Gunung Sahari Selatan, Kecamatan Kemayoran, bersama pemerintah kelurahan menggelar sosialisasi pemilahan sampah dan penerapan Instruksi Gubernur (Ingub) Nomor 5 Tahun 2026.
Kegiatan yang berlangsung dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat itu dipimpin langsung Ketua RW 05 Kelurahan Gunung Sahari Selatan, Drs. H. Eman Roheman, SE.
Sosialisasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pemahaman warga mengenai pentingnya pengelolaan sampah secara bertanggung jawab, dimulai dari lingkungan rumah tangga.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Lurah Gunung Sahari Selatan Muhammad Irfan Yusuf, Kasi Ekonomi dan Pembangunan Windi Setia Wulandari, Staf Kesra Dede Cardi, Pendamping Satpel Lingkungan Hidup Agus Mariyanto, serta Kepala Satpel Lingkungan Hidup Kecamatan Kemayoran Gunawan yang bertindak sebagai narasumber.
Selain jajaran pemerintah, kegiatan juga diikuti para Ketua RT 001 hingga RT 017 RW 05, Koordinator Jumantik, Posyandu, Dasawisma (Dawis), PKK, LMK, FKDM, tokoh masyarakat, serta warga yang menunjukkan antusiasme tinggi selama sosialisasi berlangsung.
Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan bahwa pemilahan sampah merupakan langkah awal yang sangat penting untuk mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir.
Warga diminta memahami kategori sampah yang terdiri atas sampah organik, anorganik, dan residu agar proses pengelolaan dapat berjalan lebih efektif sesuai ketentuan dalam Ingub Nomor 5 Tahun 2026.
Kepala Satpel Lingkungan Hidup Kecamatan Kemayoran menekankan bahwa keberhasilan program pengelolaan sampah tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif masyarakat.
Dengan memilah sampah sejak dari rumah, masyarakat dinilai turut membantu mengurangi beban pengelolaan sampah di tingkat kota sekaligus mendukung upaya pelestarian lingkungan.
Ketua RW 05 Gunung Sahari Selatan, H. Eman Roheman, menegaskan bahwa perubahan pola pikir dan perilaku masyarakat terhadap sampah harus dimulai dari lingkungan keluarga.
Menurutnya, rumah tangga merupakan titik awal yang menentukan keberhasilan program pengurangan sampah secara menyeluruh.
“Kesadaran masyarakat dalam memilah sampah akan memberikan dampak yang sangat besar terhadap kebersihan lingkungan. Jika dilakukan secara konsisten, kebiasaan ini tidak hanya menciptakan lingkungan yang sehat, tetapi juga mendukung program pemerintah dalam mengatasi persoalan sampah perkotaan,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pengurus RW bersama seluruh elemen masyarakat akan terus mendorong edukasi dan pengawasan agar kebijakan pemilahan sampah dapat diterapkan secara berkelanjutan di wilayah RW 05.
Sementara itu, Lurah Gunung Sahari Selatan Muhammad Irfan Yusuf menyampaikan apresiasinya atas keterlibatan aktif seluruh komponen masyarakat dalam kegiatan tersebut.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah, pengurus wilayah, dan warga menjadi faktor penting dalam membangun budaya peduli lingkungan.
Ia berharap sosialisasi yang telah diberikan tidak berhenti pada tataran pemahaman semata, melainkan dapat diterapkan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan demikian, pemilahan sampah dapat berkembang menjadi budaya baru yang tumbuh dari kesadaran masyarakat sendiri.
“Keberhasilan program ini sangat ditentukan oleh komitmen bersama. Ketika masyarakat mulai terbiasa memilah sampah dari rumah, maka dampaknya akan dirasakan langsung dalam bentuk lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan nyaman,” katanya.
Melalui kegiatan sosialisasi tersebut, RW 05 Gunung Sahari Selatan menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terkait pengelolaan sampah berkelanjutan.
Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran kolektif masyarakat bahwa menjaga kebersihan lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan kewajiban bersama yang harus diwujudkan melalui tindakan sederhana namun berdampak besar, yakni memilah sampah sejak dari rumah.
Penulis : Muhamad Alviyan



















