Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Olahraga

Pertina DKI dan Ghosun Iron Camp Perkuat Sinergi Pembinaan Atlet, Dorong Prestasi Tinju Jakarta

166
×

Pertina DKI dan Ghosun Iron Camp Perkuat Sinergi Pembinaan Atlet, Dorong Prestasi Tinju Jakarta

Sebarkan artikel ini
Upaya meningkatkan kualitas pembinaan dan prestasi olahraga tinju di DKI Jakarta terus diperkuat melalui kolaborasi antara organisasi olahraga dan pengelola sasana.
Example 468x60

EDISINEWS.ID | JAKARTA – Upaya meningkatkan kualitas pembinaan dan prestasi olahraga tinju di DKI Jakarta terus diperkuat melalui kolaborasi antara organisasi olahraga dan pengelola sasana.

Komitmen tersebut mengemuka dalam pertemuan antara CEO Ghosun Iron Camp, Susanto, S.H., dengan jajaran Pengurus Provinsi Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) DKI Jakarta.

Example 300x600

Pertemuan yang berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan semangat kebersamaan itu menjadi momentum untuk membahas berbagai strategi pengembangan atlet, penguatan pembinaan usia dini, hingga peningkatan kualitas kompetisi yang dapat mendukung lahirnya petinju-petinju berprestasi dari Jakarta.

Hadir dalam pertemuan tersebut Ketua Pertina DKI Jakarta, Brigjen TNI Berty Beatus Willem Sumakud, S.H., M.H., yang menyampaikan dukungannya terhadap berbagai program pembinaan atlet yang dijalankan oleh organisasi maupun sasana-sasana tinju di wilayah Jakarta dan sekitarnya.

Menurut Berty, keberadaan sasana yang aktif melakukan pembinaan memiliki peran penting dalam menciptakan regenerasi atlet. Ia mengapresiasi langkah Ghosun Iron Camp yang selama ini konsisten memberikan ruang bagi atlet muda untuk berlatih dan mengembangkan kemampuan mereka.

Keberadaan sasana yang memiliki komitmen terhadap pembinaan dinilai menjadi salah satu fondasi penting dalam membangun prestasi olahraga tinju. Sebab, sebagian besar atlet berawal dari proses latihan dan pembentukan karakter yang berlangsung di tingkat sasana sebelum melangkah ke jenjang kompetisi yang lebih tinggi.

Baca Juga :  Ketua Askot PSSI Jakbar Apresiasi Kemenangan bIMBA AIUEO SS Juara 1 Soeratin U-15 Tingkat Nasional 2025

Dalam kesempatan tersebut, Susanto menegaskan bahwa kemajuan olahraga tinju tidak dapat diwujudkan hanya oleh satu pihak. Menurutnya, keberhasilan pembinaan atlet membutuhkan kerja sama yang solid antara organisasi, pelatih, pengelola sasana, atlet, dan seluruh pemangku kepentingan di dunia olahraga.

Ia menilai persatuan menjadi faktor utama dalam membangun ekosistem olahraga yang sehat dan produktif.

Karena itu, seluruh insan tinju diharapkan dapat mengedepankan semangat kebersamaan dibandingkan kepentingan kelompok atau individu.

“Saya mengajak seluruh pihak untuk menghargai kepemimpinan yang telah terpilih dan bersama-sama mendukung kemajuan olahraga tinju. Jika respons dan dukungan yang diberikan baik, maka hasil yang diperoleh juga akan baik,” ujar Susanto.

Menurutnya, perbedaan pandangan dalam organisasi merupakan hal yang wajar. Namun, perbedaan tersebut seharusnya menjadi bahan diskusi yang konstruktif dan tidak berkembang menjadi ego sektoral yang dapat menghambat program pembinaan atlet.

Susanto menekankan bahwa fokus utama seluruh elemen olahraga harus tetap diarahkan pada peningkatan kualitas atlet dan pencapaian prestasi yang dapat mengharumkan nama daerah maupun bangsa.

Baca Juga :  Tim Reed Scorpion Juara Pertama di Liga Anak Rantau 2026 Desa Gujeg

Ia juga mengingatkan bahwa keberhasilan dalam olahraga tidak semata-mata ditentukan oleh besarnya dukungan finansial atau fasilitas yang tersedia. Lebih dari itu, keberhasilan lahir dari komitmen, dedikasi, dan keikhlasan seluruh pihak yang terlibat dalam proses pembinaan.

“Kesuksesan berawal dari keikhlasan. Ketika kita bekerja dengan hati yang tulus untuk olahraga, maka hasil baik akan mengikuti,” katanya.

Selain menyoroti pentingnya persatuan, Susanto juga mendorong agar kegiatan kompetisi dan sparring partner dapat digelar secara berkala. Menurutnya, pertandingan dan latihan tanding merupakan sarana efektif untuk mengukur perkembangan kemampuan atlet sekaligus membangun mental bertanding.

Dengan semakin seringnya atlet mendapatkan jam terbang kompetisi, mereka akan lebih siap menghadapi kejuaraan tingkat daerah, nasional, bahkan internasional. Di sisi lain, pelatih juga dapat melakukan evaluasi terhadap program latihan yang telah dijalankan.

Gagasan tersebut mendapat perhatian positif karena selama ini kompetisi menjadi salah satu faktor penting dalam proses pembinaan atlet. Melalui pertandingan yang rutin dan terstruktur, atlet memiliki kesempatan untuk mengasah kemampuan teknik, strategi, serta mental bertanding dalam situasi yang sesungguhnya.

Sementara itu, Pertina DKI Jakarta terus menjalankan berbagai program pembinaan guna meningkatkan daya saing petinju daerah. Organisasi tersebut berupaya memperkuat sistem pembinaan yang berkelanjutan agar mampu melahirkan atlet-atlet potensial yang siap bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

Baca Juga :  Tingkatkan Stamina, Para Pengurus RT/RW 08 Kelurahan Utan Panjang Gelar Senam Bersama Warga

Kolaborasi antara organisasi olahraga, pelatih, dan pengelola sasana dinilai menjadi kunci dalam menciptakan sistem pembinaan yang efektif. Dengan sinergi yang kuat, berbagai program pengembangan atlet dapat berjalan lebih optimal dan memberikan hasil yang maksimal.

Pertemuan antara Pertina DKI Jakarta dan Ghosun Iron Camp menjadi salah satu langkah nyata dalam memperkuat komunikasi serta menyamakan visi untuk kemajuan olahraga tinju. Semangat kebersamaan yang dibangun diharapkan mampu menciptakan iklim pembinaan yang sehat, profesional, dan berorientasi pada prestasi.

Melalui kerja sama yang erat dan berkelanjutan, para pelaku olahraga optimistis tinju Jakarta akan terus berkembang dan mampu melahirkan generasi petinju berkualitas yang tidak hanya berprestasi di arena pertandingan, tetapi juga memiliki karakter, disiplin, dan sportivitas yang menjadi kebanggaan daerah serta Indonesia.

Berita ini disusun secara berimbang dengan menampilkan pandangan dari pihak pembina sasana dan pengurus organisasi, serta menekankan aspek kolaborasi, pembinaan atlet, dan pengembangan prestasi olahraga tinju.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *