Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
TNI

Kasum TNI Tinjau Kapal Penyelundup LTJ dan Radioaktif Ilegal di Batam

159
×

Kasum TNI Tinjau Kapal Penyelundup LTJ dan Radioaktif Ilegal di Batam

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

EDISINEWS.ID | JAKARTA – Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Letjen TNI Richard Taruli Horja Tampubolon bersama jajaran Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) meninjau langsung kapal tangkapan kasus dugaan penyelundupan mineral logam tanah jarang (LTJ) dan unsur radioaktif ilegal di Dermaga Mako Kodaeral IV Batam, Selasa (26/5/2026).

Kapal TB Capricorn 106/TK Capricorn 92.210 sebelumnya diamankan patroli laut jajaran Koarmada RI di wilayah perairan Kepulauan Riau karena diduga mengangkut sekitar 390 ton mineral ilegal yang mengandung unsur strategis dan radioaktif.

Example 300x600

Dalam kunjungan tersebut, Kasum TNI didampingi Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung RI Dr. Febrie Adriansyah, Pangkoarmada RI Laksdya TNI Denih Hendrata, pejabat Kemenko Polkam RI, serta Pangkoarmada I.

Baca Juga :  Asah dan Tingkatkan Kemampuan Prajurit, Lanal Bandung Laksanakan Latihan Menembak TW I Tahun 2025

 

Rombongan diterima langsung oleh Komandan Kodaeral IV Laksda TNI Berkat Widjanarko bersama jajaran pejabat utama Kodaeral IV.

Pada kesempatan itu, Dankodaeral IV memaparkan kronologi penggagalan dugaan penyelundupan minerba yang mengandung Logam Tanah Jarang (LTJ) dan unsur radioaktif ilegal, termasuk perkembangan proses penyelidikan yang masih berlangsung.

Kasus tersebut terungkap setelah KRI Kujang-642 BKO Guskamla Koarmada I menggagalkan upaya penyelundupan pada 17 Mei 2026 lalu.

Usai menerima paparan, Kasum TNI dan rombongan melakukan pemeriksaan langsung ke Dermaga Kodaeral IV untuk melihat kapal beserta barang bukti berupa 25 kontainer muatan mineral.

Berdasarkan hasil uji laboratorium di PT Timah Kundur, Tanjung Balai Karimun, sampel mineral dari 15 kontainer diketahui mengandung Titanium Oksida serta sejumlah unsur Logam Tanah Jarang dan radioaktif.

Baca Juga :  Lantamal I Laksanakan Syukuran Dalam Rangka HUT ke-76 Korps Suplai Tahun 2024

Beberapa kandungan yang ditemukan antara lain Zirconium Oxide, Thorium Oxide, Neodymium Oxide, Triuranium Oktasida, dan Cerium Oxide yang diketahui memiliki nilai strategis tinggi, termasuk sebagai bahan baku industri nuklir.

Nilai muatan kapal tersebut diperkirakan mencapai triliunan rupiah.

Pangkoarmada RI Laksdya TNI Denih Hendrata menegaskan penggagalan tersebut menjadi bukti kesiapsiagaan TNI AL dalam menjaga kedaulatan laut dan melindungi kekayaan alam nasional.

“Keberhasilan ini merupakan bukti nyata kesiapsiagaan prajurit TNI AL untuk terus hadir di garda terdepan menjaga kedaulatan, menegakkan hukum, serta mengamankan kekayaan alam Indonesia,” ujarnya.

Sementara itu, Dankodaeral IV Laksda TNI Berkat Widjanarko menegaskan TNI AL akan terus memperkuat pengawasan laut, khususnya terhadap aktivitas penyelundupan minerba ilegal.

Baca Juga :  Waspada Penyebaran HMPV di Lingkungan TNI AL, Satlantamil 3 Laksanakan Penyuluhan Kesehatan kepada Personel

“Penggagalan ini merupakan bentuk komitmen TNI AL dalam melaksanakan perintah Presiden RI dan Panglima TNI bersama seluruh instansi terkait untuk menjaga kedaulatan negara dan melindungi sumber daya alam strategis nasional,” tegasnya.

Ia menambahkan, Kodaeral IV akan terus meningkatkan sinergi lintas instansi serta memperkuat pengawasan di wilayah perairan strategis Indonesia guna mencegah aktivitas ilegal yang merugikan negara dan membahayakan lingkungan.

Penulis : Cardi S

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *