Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaPolitik

Dadang Supriatna Berharap Rembug Bedas ke-148, Negara Kita Menjadi Negara Swasembada Pangan

1034
×

Dadang Supriatna Berharap Rembug Bedas ke-148, Negara Kita Menjadi Negara Swasembada Pangan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

EDISINEWS.ID|KAB. BANDUNG – Bupati Bandung Dadang Supriatna mengungkapkan bahwa pembangunan jalan usaha tani di Kabupaten Bandung menjadi prioritas dalam program berkelanjutan. Hal itu untuk meningkatkan produksi pertanian dan ekonomi masyarakat petani.

Ia mengungkapkan hal ini untuk merespon aspirasi sejumlah warga dari kalangan petani atau kelompok tani saat melaksanakan kegiatan rutin Rembug Bedas ke-148 di Desa Mekarjaya dan Rembug Bedas ke-149 di Desa Mekarsari Kecamatan Pacet Kabupaten Bandung, Kamis (15/8/2024).

Example 300x600

“Jalan usaha tani jadi prioritas pemerintah. Kenapa? Karena untuk menjaga ketahanan pangan dan rencana negara kita menjadi negara swasembada pangan,” kata Dadang Supriatna.

Untuk itu, imbuh Bupati Bandung, dari Kementerian Pertanian berusaha untuk memberikan perhatian terhadap para petani.

Baca Juga :  Sosialisasi Aktualisasi Empat Pilar MPR RI Memperkokoh Integrasi dan Pembangunan di Wilayah Papua Pegunungan

“Salah satunya adalah adanya jalan usaha tani dan juga irigasi tersier, primer dan sekunder,” tuturnya.

Kang DS, sapaan akrab Dadang Supriatna berencana turun langsung ke lapangan untuk melihat beberapa lokus lokasi sawah sebagai lahan pertanian yang tentunya harus aman dan diperhatikan dalam konteks infrastrukturnya.

“Ini menjadikan prioritas nanti kedepan dan insya Allah, saya akan buat program lanjutan kaitan dengan memberikan perhatian kepada para petani,” ujarnya.

Kang DS pun akan menjalin komunikasi dengan para kepala desa di Kabupaten Bandung, khususnya di Kecamatan Pacet berkaitan dengan lahan tidur.

“Apakah ada lahan tidur di Kecamatan Pacet. Nanti kita minta pendapat dari para kepala desa. Seperti di Kecamatan Pameungpeuk, ada lahan tidur kemudian diolah lagi. Potensinya hampir 15 hektare, termasuk di Arjasari sekitar 200 hektare bisa diaktifkan kembali,” tuturnya.

Baca Juga :  Refleksi Akhir Tahun 2025, Wali Kota Minta Jaga Kebersamaan, Solidaritas, dan Semangat Kolaborasi 

Nah, imbuh Kang DS, kalau di Desa Mekarsari Kecamatan Pacet ternyata ada lahan tidur untuk diaktifkan kembali.

“Jika ada lahan tidur segera lapor kepada saya, kita akan buatkan lagi sebagai lahan pertanian,” katanya.

Reporter : Tim FNC
Editor : (*/Mayhas)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *