Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Kriminal

Buntut Dugaan kasus Pengeroyokan di Klub Andres Party Mart, Keluarga Minta Keadilan Hukum

529
×

Buntut Dugaan kasus Pengeroyokan di Klub Andres Party Mart, Keluarga Minta Keadilan Hukum

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

EDISINEWS.ID | JAKARTA – Dugaan kasus pengeroyokan terhadap seorang pengunjung berinisial (F) pada sebuah klub malam bernama Andrew Party Mart, yang berlokasi di kawasan Sunter, Jakarta Utara, berbuntut panjang. Keluarga korban kini mempertanyakan penanganan hukum atas perkara tersebut setelah suami Vani, orang tua F disebut ditahan terkait keributan yang terjadi setelah kejadian.

Peristiwa bermula pada Minggu (23/8/2026) sekitar pukul 04.00 WIB, saat Andrew Party Mart tutup. Korban (F) bersama sejumlah temannya yang sebelumnya merayakan ulang tahun sejak Sabtu malam keluar dari area klub menuju parkiran.

Example 300x600

Menuru Vani, di area parkir terjadi keributan antara temannya F yang disebut berinisial (Y) alias (K) dengan sejumlah security. F pun kemudian berusaha melerai.

Namun, situasi justru berubah. Vani menduga sejumlah security dan kru Andrew Party Mart kemudian mengeroyok anaknya.

“Anak saya awalnya hanya mau memisahkan temannya. Tapi kemudian security datang dan mengeroyok anak saya,” ujar Vani.

Baca Juga :  Ditreskrimsus Polda Kepri berhasil Amankan 2 Orang Penyalahgunaan BBM Bersubsidi

Vani menyebut F mengalami memar parah, luka-luka dan sempat pingsan setelah kejadian. Teman-temannya kemudian membawa F pulang dalam kondisi terluka.

Masalah semakin memanas setelah suami Vani pulang bekerja dan melihat kondisi anaknya. Tidak terima anaknya diduga menjadi korban pengeroyokan, ia kemudian mendatangi klub Andrew Party Mart untuk meminta pertanggungjawaban.

Namun, pertemuan tersebut justru berujung keributan.

Keluarga Pertanyakan Keadilan

Vani tidak mempersoalkan apabila suaminya harus mempertanggungjawabkan perbuatannya apabila memang terbukti melakukan tindak pidana. Namun, ia mempertanyakan mengapa dugaan pengeroyokan terhadap anaknya juga tidak mendapat penanganan yang menurutnya setara.

“Kalau suami saya salah, silakan diproses. Tapi yang mengeroyok anak saya bagaimana? Kenapa suami saya yang ditahan, sementara yang mengeroyok anak saya tidak ditahan?,” tegas Vani.

Persoalan semakin menjadi sorotan setelah beredar video yang menurut Vani memperlihatkan sejumlah orang diduga mempersiapkan senjata tajam sebelum keributan.

Baca Juga :  Anggota Polsek Kemayoran Berhasil Mengevakuasi Terduga Pelaku Pelecehan Anak Dibawah Umur dari Amukan Warga

“Sekarang videonya sudah viral, terlihat bagaimana mereka mempersiapkan senjata tajam. Terus apa yang dilakukan polisi? Apa karena kami membela diri dan kami tidak punya uang, jadi suami kami yang ditahan?” ucap Vani dengan marah.

“Jangan Hanya Satu Sisi yang Diproses,” tetasnya lagi.

Vani mendesak kepolisian mengusut perkara secara menyeluruh, bukan hanya melihat keributan yang terjadi setelah suaminya mendatangi klub.

Ia meminta dugaan pengeroyokan terhadap F, pihak-pihak yang terlibat, video yang beredar, saksi-saksi, serta rekaman CCTV di sekitar lokasi diperiksa untuk mengungkap rangkaian kejadian secara utuh.

“Yang kami minta hanya keadilan. Jangan hanya satu pihak yang diproses. Kalau memang suami saya salah, proses sesuai hukum. Tapi dugaan pengeroyokan terhadap anak saya juga harus diusut,” ujarnya.

Baca Juga :  Polres Pelabuhan Tanjung Priok Berhasil Ungkap Peredaran Sabu di Tanjung Priok

Kasus ini kini menjadi sorotan karena terdapat dua rangkaian peristiwa yang saling berkaitan, yakni dugaan pengeroyokan terhadap Farel dan keributan yang terjadi setelah keluarga korban mendatangi lokasi.

Pertanyaan publik kini mengarah pada bagaimana kepolisian menangani seluruh rangkaian kejadian tersebut secara objektif dan proporsional.

Apakah dugaan pengeroyokan terhadap F telah ditangani? Siapa saja yang terlibat? Benarkah terdapat persiapan senjata tajam sebelum keributan? Dan bagaimana status hukum masing-masing pihak?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut menjadi penting untuk dijawab melalui proses penyelidikan dan penyidikan yang transparan.

Sementara Kapolsek Tanjung Priok pada saat dikonfirmasi edisinews.id belum ada jawaban

Hingga berita ini dipublikasikan, pihak Polsek, Andrew Party Mart, dan security maupun kru yang disebut dalam keterangan keluarga belum memberikan klarifikasi resmi. Redaksi membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi seluruh pihak.

Penulis : Cardi S

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *